Rabu, 11 Februari 2009

AWAS !! SUDAH KADALUARSA

Semua benda bisa menjadi tua. Inilah saatnya untuk membuang atau memebersihkannya.

LENSA KONTAK: 2 MINGGU.
Lensa kontak disposables dapat bertahan selama 14 hari bila Anda melepaskannya setiap malam, dan seminggu bila Anda tidur bersama mereka. Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Manchester menemukan bahwa mereka yang tidur dengan menggunakan lensa kontak memiliki resiko meningkatkan infeksi mata dibandingkan mereka yang tidak melakukannya.

HANDUK: 5 HARI.
Handuk dapat menjadi baud an lembab setelah tiga sampai lima hari digunakan, kata David Early, manager pemasaran produk global cotton,Inc. Jika tempat tinggal Anda lembab, cuci handuk Anda setiap dua atau tiga kali setelah digunakan.
SEPRAI : 1 MINGGU.
Cucilah dengan air panas setiap 7 sampai 10 hari, hal ini akan mengurangi reskio alergi dengan mematikan tungau yang senang memakan sel kulit mati Anda.” Ada banyak produk dapat mematikan tungau, tetapi tidak ada bukti yang jelas kalau serbuk atau semprotan itu berfungsi dengan baik, kata Raymon Slavin, M.D. professor pengobatan bagian dalam St. Louis University.

TABIR SURYA : 7 HARI.
Tabir surya dapat bertahan lebih dari satu tahun, namun sebaliknya Anda harus menghabiskan 1 botol tabir surya tersebut untuk sekali liburan. “ Anda seharusnya tidak membiarkan tabir surya terlalu lama dan menunggu sampai kadaluarsa”, kata Beatrice Wang, M.D. professor dermatologi di McGill Unversity di Montreal. “ Agar tabir surya bisa bekerja sevara efektif di kulit, Anda membutuhkan satu botol setiap minggu”.
KONDOM : 5 TAHUN.
Buang semua koleksi kondom yang anda beli saat kuliah dulu. Kebanyakan kondom akan kadaluarsa setelah 3 sampai 5 tahun.” Pelicin sperma mempercepat proses kadaluarsa “, kata Steven Hamel, deputy director dari family International, sebuah group penelitian keluarga berencana.

LINGKAR PINGGANG BESAR " pada wanita meningkatkan resiko kematian".

Menurut studi besar di Amerika, wanita dengan banyak lemak perut meninggal lebih awal akibat penyakit jantung dan kanker dibandingkan wanita lain, tidak tergantung berat badannya.

Temuan ini dilaporkan dalam Circulation edisi 1 April 2008; menambah bukti bahwa jika berkaitan dengan resiko kesehatan, berat total tidak sepenting lemak perut.

Studi terdahulu menemukan bahwa orang dengan type ‘ bentuk apel ‘ tampaknya beresiko arterioklerosis, tekanan darah tinggi dan diabetes. Obesitas perut juga telah dikaitkan dengan kanker tertentu seperti kanker ginjal dan kanker kolon.

Dalam studi baru, para peneliti di National Institute of Health and Harvard Medical School menemukan bahwa wanita paruh baya dan lansia obesitas perut ( lingkar pinggang ≥ 89 cm) tampaknya lebih banyak meninggal akibat penyakit jantung atau kanker selama studi dibandingkan wanita yang lebih ramping.

Di antara 44.000 wanita Amerika yang telah di teliti selama 16 tahun, obesitas perut menaikan 2 kali lipat kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Dibandingkan wanita yang lingkar pinggangnya <>. Jika dikaitkan dengan kematian akibat kanker, wanita dengan ukuran pinggang terbesar resikonya 63% lebih tinggi dibandingkan wanita kebanyakan. Studi ini juga menemukan resiko pinggang besar tidak tergantung indeks massa tubuh ( IMT ) keseluruhan. Nyatanya, diantara wanita dengan berat badan normal yang lingkar pinggangnya ≥ 89 cm resiko kematian akibat stroke dan penyakit jantung tetap lebih besar.

Hasil ini menekankan pentingnya tetap ramping di usia pertengahan, menurut pimpinan penelitian Dr. Cuilin Zhang dari National Institute of Child Health and Human Development. Walaupun mempertahankan berate deal harus terus dilakukan untuk pencegahan penyakit kronis dan kematian premature, sama pentingnya untuk mempertahankan ukuran pinggang dan mencegah obesitas perut. Kelebihan lemak perut diperkirakan tidak sehat karena efek metaboliknya.

Terlalu banyak lemak didaerah tubuh ini tampknya meningkatkan kadar kolesterol, meningkatkan resistensi insulin ( precursor diabetes tipe 2) dan menyebabkan inflamasi luas dalam tubuh yang berkontribusi pada penyakit jantung dan kenker tertentu.


Dikutip dari berbagai sumber terpercaya.

Penuaan biologis ditunda oleh fitness aerobic

Menurut analisis yang dipublikasikan dalam British journal of Sport Medicine, dengan mempertahankan fitness aerobic sampai usia pertengahan dan meneruskan gaya hidup ini sampai usia tua, orang dapat menunda umur biologisnya sampai 12 tahun.
Olahraga aerobic meningkatkan konsumsi oksigen tubuh yang diperlukan untuk membangkitkan energi melalui proses metabolisme. Contoh olahraga aerobic adalah jogging dan bersepeda. Namun demikian, kekuatan aerobic maksimum seseorang diprediksikan mulai turun pada awal usia pertengahan sekitar 5mL/kg/menit setiap decade. Pada Pria biasa usia 60 tahunan, kekuatan aerobic maksimal akan menurun menjadi 25mL/kg/menit, hampir setengah pada usia 20 tahun. Jika kemampuan turun dibawah 18 mL/kg/menit (pada pria) atau 15 mL/kg/menit (pada wanita), akan sangat sulit untuk melakukan aktivitas harian tanpa kelelahan berat.

Namun, menurut bukti yang ditunjukan dalam artikel diatas, olahraga aerobic rutin dapat mencegah atau membalikan penurunan ini. Artikel ini mengkombinasikan data dari banyak sumber berbeda-beda untuk menyimpulkan bahwa dengan peningkatan kapasitas aerobic, penuaan biologis seseorang dapat diperlambat.

Secara khusus, penelitian menunjukan bahwa olahraga aerobic intensif tinggi jangka panjang, meningkatkan kekuatan aerobic maksimum sebesar 25 %. Ini setara dengan perolehan 6 mL/kg/menit atau diekstrapolasi menjadi 10-12 tahun biologis.

Penulis mengindikasikan bahwa ini merupakan harapan bagi para orang tua. Tampaknya ada cukup bukti bahwa mempertahankan asupan oksigen maksimal akan meningkatkan kehidupan, sehingga para lanjut usia sehat tetap dapat mandiri. Efek positif lainnya dapat menurunkan resiko penyakit serius, waktu pemulihan lebih singkat setelah cedera atau sakit dan menurunkan resiko terjatuh dengan mempertahankan kekuatan otot, keseimbangan dan konsentrasi.

( sumber Br. J Sport Med 2008 )

Sabtu, 07 Februari 2009

TERTAWA ITU SEHAT [ DAN GRATIS ]

Butuh lebih dari sekedar fisik yang kuat agar Anda benar-benar sehat. Memang, Latihan secara teratur, mengikuti pola diet yang tepat, dan sitarahat yang cukup akan membuat kesehatan Anda menjadi prima. Namun dengan tertawa, Anda akan membuatnya sempurna.

OBAT MUJARAB.
Dalam sebuah buku yang berjudul An Anatomy of Illness, diungkapkan bahwa Norman Causins, redaktur Saturday Review di AS, pernah menderita penyakit aneh. Ia kerap merasa tersiksa dan sakit luar biasa mesipun hanya menggerakan sedikit bagian tubuhnya.

Menurut dokter, sangatlah kecil kemungkinan bagi Norman untuk sembuh. Berbagai obat sudah dicoba, tetapi kesehatannya tak kunjung membaik. Hingga suatu hari Norman membaca sebuah buku yang didalamnya terdapat kalimat yang pernah ditulis oleh seorang raja yang hidup sekitar 2.000 tahun lalu, “ Hati yang puas, obat yang sangat ampuh” inilah kalimat sederhana yang sungguh membuat Norman dapat pencerahaan.

Selanjutnya atas persetujuan dokter yang merawatnya, Norman menggantikan semua obat yang diminumnya dengan banyak tertawa plus mengkonsumsi vitamin C. Ia juga minta disediakan tontonan film komedi, sehingga ia bisa tertawa terbahak-bahak. Pada hari kedelapan setelah menjalani terapi tersebut ia sudah bisa menggerakan jempolnya tanpa rasa sakit, Tertawa 10 menit juga bisa membuatnya tidur pulas selama 2 jam, Akhirnya penyakitnya berngsur sembuh, kemudian hilang sama sekali.

Menurut pengalamannya, sikap yang selalu serius menjalani hidup telah mempercepat proses sakitnya. Menurut pengakuannya pula, dengan 5 menit tertawa ia bisa meredakan sakit selama 2 jam. Lebih jauh ia menceritakan pengalaman pribadinya bahwa tawalah, bukan obat, yang telah menyembuhkan penyakitnya.

TERAPI KETAWA
Karena dianggap memberikan dampak yang positif, maka diberbagai penjuru dunia kini banyak dokter yang menerapkan terapi tertawa dalam proses penyembuhan para pasien mereka. Tidak hanya itu, kini juga sudah banyak terdapat perkumpulan orang-oarang yang ketika bertemu tidak melakukan hal lain, keciali tertawa dan tertawa.

Menanggapi fenomena tersebut, Hendrawan mengatakan bahwa terapi tertawa pada dasarnya boleh-boleh saja selama dalam bentuk exercise yang dilakukan secara beramai-ramai. Karena pengaruh suasana yang beramai-ramai akan menimbulkan interaksi positif. Sama halnya dengan ketika kita melihat orang lain menguap, kita pun akan ikut menguap. Ini terjadi karena ada stimulasi pusat-pusat memory di otak yang menimbulkan refleks yang sama. Coba saja Anda bergabung dengan orang yang sedang karaoke. Anda akan ikut senang. Sebaliknya jika anda mengunjungi orang yang sedang berduka, Anda akan iktu berduka.

TIDAK BERDIRI SENDIRI
Tawa yang sehat adalah tawa yang menyertakan hati, lepas tanpa keterikatan apalagi paksaan.

Tawa yang baik akan langsung membuat Anda bahagia serta lebih baik dalam segala hal. Meskipun dalam kesehariannya ada orang yang mudah tertawa, namun ada juga yang tidak. Tetapi bukan berarti mereka yang tidak gampang tergelitik “ urat tawanya” itu tidak memiliki sense of humor, karena hal itu berbeda-beda bagia setiap orang. Contohnya di Indonesia, umunya akan tertawa dengan hanya melihat pelawak yang hanya bermodalkan berpakaian lucu, bermuka aneh, dan ndeso. Tetapi dinegara lain, orang tidak membutuhkan pelawak yang Cuma mengandalkan mimic lucu, melainkan yang cerdas memainkan kata-kata.

Bagaimanapun, menurut Hendrawan, sense of humor perlu dimiliki oleh setiap orang. Karena pada umumnya seseorang dengan selera humor yang tinggi biasanya lebih fleksible, dan selalu bisa melihat segala sesuatunya dari sisi positif. Bukan hanya bisa tertunduk lesu ketika mengalami kekalahan, melainkan bisa tetap tertawa untuk kemudian segera bangkit kembali.

Perlu Anda ingat, hidup ini tidak bisa selamanya enak. Mungkin Anda sedang enak-enak mengendarai mobil yang baru seminggu Anda beli, tiba-tiba ditabrak orang lain. Mungkin pasangan yang begitu Anda cintai, tiba-tiba meninggalkan Anda. Hanya mereka yang memiliki rasa humor yang tinggilah yang bisa mengambil sisi positif dari berbagai hal yang negative yang mereka alamai.

Dengan Humor, sesuatu yang beratpun biasanya menjadi lebih mudah dan ringan sehingga tidak membuat Anda mudah putus semangat. Jadi, kata Hendrawan, ketika beraktifitas sehari-hari, kita harus gembira, sehingga penyakitpun jajuh dari kita.

Dikutip dari Men’s Health edisi September 2007.