Minggu, 26 April 2009

Cara Meremajakan Kulit


Cara Meremajakan Kulit;
Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasi tubuh dari lingkungan sekitar manusia. Luas kulit orang dewasa 1.5m2 seberat 15% berat badan orang dewasa. Kulit merupakan organ yang esensial dan vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Selain itu, kulit juga sangat kompleks, elastis dan sensitif serta bervariasi sesuai iklim, umur, seks, ras dan lokasi tubuh.

Kulit dapat dengan mudah dilihat, diraba, dan menjamin kelangsungan hidup. Kulit pun menyokong penampilan seseorang. Dengan demikian kulit manusia mempunyai peranan yang sangat penting, selain fungsi utama yang menjamin kelangsungan hidup juga mempunyai arti lain yaitu estetik, ras, indikator sistemik, dan sarana komunikasi non verbal antara individu satu dengan yang lain.

Polusi udara, asap rokok, makanan tinggi karbohidrat dan kalori, sauna, steam, kurang gizi, stres, kurang tidur, kotoran, debu, asap yang mengandung karbon, sinar ultraviolet dari matahari, berjemur, adalah sebagian dari banyak faktor lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Hal ini karena factor di atas membuat terjadinya penuaan kulit bahkan rangsangan sinar ultraviolet yang terus-menerus, yang tidak hanya akan membuat kulit rusak, tapi juga berisiko menimbulkan kanker kulit.

Menurut dr.Aryani Sudharmono,Sp.KK dari Senopati Skin Center; Menggunakan pelembap terlalu banyak atau sering, memakai bedak padat atau foundation (dasar bedak) terlalu lama dapat merusak kulit. Karena dari hasil penelitian, pemakaian pelembap, bedak padat, atau dasar bedak yang terlalu lama dan sering bisa menyebabkan penuaan dini. Demikian juga dengan penggunaan pembersih berkadar alkohol tinggi.

Oleh karena itu kesehatan kulit harus selalu diperhatikan. Untuk mendapatkan kulit yang sehat ada 3 langkah utama yaitu pengaturan pola makan, olah raga dan perawatan kulit. Ciri kulit sehat yaitu kulit terasa lembut, kencang, dan warnanya merata. Akan tetapi seringkali timbul penuaan kulit (skin aging) yang ditandai dengan kulit yang kasar, timbul kerut-kerut, warna kulit tidak merata dan timbul flek-flek.

Tanda-tanda terjadinya penuaan pada kulit sudah dapat terlihat pada usia 30 tahun, biasanya muncul bercak penuaan, kemerahan, pelebaran pori-pori, kerutan halus, kulit kurang cerah dan terjadi perubahan warna kulit. Sedangkan pada usia 40-an, jumlah kolagen penunjang mulai berkurang sehingga muncul garis-garis yang lebih jelas pada wajah, kerutan kulit lebih jelas dan kulit lebih kering. Pada usia 50-an ke atas kulit manusia pun akhirnya akan tampak semakin berkeriput, karena produksi sel baru menurun pesat dan kulit kurang mampu menahan kandungan airnya.

Disamping itu, sering juga dijumpai kulit wajah terlihat kendur dan berkerut. Hal ini disebabkan karena adanya penyusutan sel lemak bawah kulit, pada orang tua tampak kulit menjadi kendur dan menggantung, kantong mata membesar dan kulit di bagian bawah leher kendur seperti leher ayam.

Akibat penuaan itu kulit semakin tipis sehingga kehilangan elastisitasnya. Sering pula muncul tumor-tumor jinak, pembuluh darah kapiler melebar (teleangiektasia) dan kemerahan yang menyebar di leher dan wajah, serta jaringan parut pasca jerawat.

Untuk itu diperlukan peremajaan kulit, yaitu suatu mekanisme untuk mendapatkan kulit yang sehat. Secara medis, peremajaan kulit atau skin-rejuvenation didefinisikan sebagai prosedur untuk menghilangkan atau mengurangi tanda penuaan kulit. Sebenarnya banyak upaya peremajaan kulit sudah dilakukan manusia ribuan tahun lalu. Mulai dari kosmetik tradisional, seperti dengan susu fermentasi, balur dengan lumpur, masker, asam buah, ekstrak sayuran dan sebagainya, hingga kosmetik modern.

Beberapa prosedur peremajaan kulit:

Obat topikal.
Obat yang dioleskan di kulit wajah berupa krim atau lotion, biasanya mengandung asam retinoat, asam alfa hidroksi (AHA), hidrokuinon serta tabir surya. Namun, hidrokuinon saat ini sudah dilarang karena efek sampingnya yang berbahaya.

Peeling kimia.
Peeling adalah prosedur pengelupasan kulit superfisial dengan cara mengoleskan larutan asam pada waktu tertentu dengan konsentrasi tertentu yaitu asam glikolat 20%-70% atau asam trikloro asetat 10-30% dilakukan secara berkala.

Peeling boleh dilakukan untuk orang dewasa usia diatas 17 tahun, tetapi bagi wanita yang sedang hamil sebaiknya ditunda sampai bayi lahir. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Peeling tidak hanya meremajakan kulit wajah, tetapi juga memberikan kesegaran dan menipisnya kerut-kerut halus. Bahkan jerawat pada tahap tertentu juga akan sembuh. Untuk pemakaiannya, wajah dibersihkan dengan pembersih kulit seperti biasanya. Lalu barulah krim peeling ini dioleskan merata pada wajah. Krim ini dibiarkan sekitar 1-2 jam, kemudian dicuci bersih dari wajah. Malam berikutnya diberikan lagi dengan ditambah waktunya beberapa jam. Sesudah pemakaian peeling, biasanya kulit harus dilindungi dengan krim tabir surya dan sebaiknya tidak terkena cahaya matahari langsung selama beberapa waktu. Hal ini untuk mencegah kulit menjadi terbakar oleh sinar matahari karena kondisi kulit masih tipis.

Mikro dermabrasi
Mikro dermabrasi adalah teknik mengamplas permukaan kulit dengan butir kristal. Alat yang digunakan berupa selang berisi butir kristal, ditiup dengan tekanan tertentu. Dilakukan secara berkala.

Laser ablatif dan non-ablatif.
Alat laser ada dua macam, yakni ablatif dan non-ablatif. Pada tahun 1996 alat yang digunakan adalah laser skin resurfacing yang bersifat
ablatif. Laser ablatif menggunakan laser dengan panjang gelombang tertentu, misalnya 532 nm, 1064 nm atau laser CO2 digunakan untuk pigmentasi dan tumor jinak kulit dan harus dilakukan persiapan sebelum tindakan. Kebanyakan pasien dengan laser ablatif merasakan sakit karena kulit sering terluka juga dibutuhkan waktu beberapa minggu untuk sembuh dan sering timbul efek samping. Selain itu dengan laser ablatiif permukaan kulit cepat rusak dan mempercepat terjadinya hiperpigmentasi.

Sedangkan laser non-ablatif adalah teknologi terkini dan baru diperkenalkan awal 2001, kemudian mulai diaplikasikan tahun 2002. Pada saat itu kalangan dokter laser sendiri masih meraba-raba parameter atau dosis yang cocok untuk kulit orang Asia (kulit berwarna). Sebab dosis untuk kulit orang Barat tidak cocok untuk orang Asia. Sejak 2002 dibuktikan dengan pendinginan kulit yang adekuat, efek peremajaan kulit (non-ablatif) lewat laser dan sinar lainnya dapat memberi hasil lebih baik. Efek samping dan komplikasi pun lebih kecil. Laser non-ablatif tidak melukai kulit wajah. Fungsinya untuk menyehatkan kulit, merangsang pertumbuhan kelenjar kolagen, dan melancarkan peredaran darah. Waktu pengerjaannya sekitar 30-60 menit, dilakukan di sela aktivitas misalnya saat jam makan dan dilakukan secara berkala yaitu setiap bulan atau 3-6 bulan sekali.

Laser sendiri memiliki efek samping, apalagi bila penggunaannya tidak tepat atau dilakukan oleh yang bukan ahlinya. Secara teori, laser akan memberikan energi panas untuk menghancurkan kelainan pada kulit. Kalau ukurannya tidak tepat atau bukan dokter laser yang mengerjakannya maka kulit pasien bisa terbakar, gosong dan kering.

Filler atau augmentasi.
Adalah suatu prosedur untuk mengurangi, memperbaiki, dan menghilangkan kerut di wajah karena rusak atau kurangnya jaringan kolagen dan lapisan pendukung di bawah kulit.

Untuk filler dapat digunakan antara lain lemak tubuh sendiri (self donated body fat), kolagen, asam hialuronat, poliakrilamid, dan poli-methacrylate.

Botox.
Botox adalah prosedur untuk mengurangi atau menghilangkan kerut akibat kontraksi otot ekspresi wajah. Caranya dengan menyuntikan larutan botox. Tujuannya untuk membuat otot ekspresif wajah penyebab kerut menjadi rileks. Efeknya bertahan selama 4-5 bulan.

Hermage, yaitu face lift (tarik wajah) tanpa operasi
Adalah solusi yang tepat untuk pengencangan kulit wajah tanpa pembedahan agar kulit senantiasa lebih kencang sekaligus memperbaiki kontur wajah. Dilakukan 1 kali dan dapat bertahan selama 1 tahun.

Sumber :
1. Djuanda, Adhi ; Hamzah, Mochtar ; Aisah, Siti(ed.). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi ketiga. Jakarta: FKUI.

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, berbagilah informasi ini dengan teman dan saudara Anda melalui Share Link Media Sosial di bawah ini.

Cara Merawat Alat Kelamin

Pria atau wanita, sebagai makhluk ciptaan-Nya, kita harus menghargai setiap pemberian-Nya, baik yang diberikan secara langsung maupun tidak langsung. Kita dapat menghargai pemberian-Nya dengan merawat dan mempergunakan dengan baik dan bijak segala yang diberikan-Nya, termasuk alat kelamin. Alat kelamin pria sangatlah berbeda dengan wanita, baik dari bentuk, struktur, fungsi maupun kegunaannya. Sehingga berbeda pula cara perawatannya. Ketahanan terhadap infeksi dan iritasi pun berbeda antara alat kelamin pria dan wanita. Penis yang merupakan alat kelamin pria cenderung lebih kuat terhadap infeksi dan iritasi daripada vagina yang dimiliki wanita karena sebagian besar kulit penis cukup tebal.
Masyarakat awam seringkali salah dalam hal merawat alat kelamin.

Misalnya, wanita sering membersihkan alat kelamin dengan sabun biasa / cairan pembersih yang tidak jelas apa kandungannya, menaburi bedak, hingga menyemprotkan parfum ke dalam lubang vagina. Demikian pula dengan pria, mereka suka memakai celana dalam yang ketat agar terlihat lebih seksi. Hal-hal seperti itu dapat menimbulkan iritasi dan infeksi.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dengan mudah kita lakukan untuk merawat alat kelamin kita :

1. Setiap setelah buang air besar atau kecil, usahakan untuk selalu mencuci bagian luar alat kelamin Anda dengan air dan sabun.

Cara membersihkannya :

Untuk wanita : siram air dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Cara itu berguna untuk mencegah masuknya kuman-kuman yang asalnya dari dubur / anus ke vagina.

Untuk pria : cukup bersihkan dengan air bersih.

Setelah itu, Anda harus mengeringkannya dengan tisu. Karena keadaan lembab dapat mendatangkan kuman, bakteri, jamur, dan lain-lain yang bisa menimbulkan penyakit kelamin.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan :

- Jika tidak tersedia air atau tisu, maka Anda dapat menggunakan tisu basah khusus untuk daerah kewanitaan. Tapi, penggunaan tisu yang terlalu sering dapat membunuh flora normal (bakteri baik) daerah kewanitaan yang sebenarnya berguna untuk menjaga kesehatan daerah kewanitaan.

- Selain penggunaan tisu basah, sabun khusus daerah kewanitaan yang beredar di pasaran sebaiknya juga jangan terlalu sering digunakan. Tetap usahakan mencuci dengan air bersih saja. Tetapi, jika ingin menggunakan sabun, pakailah sabun yang tidak ada kandungan parfum dan mempunyai pH (derajat keasaman) sesuai dengan daerah kewanitaan, yaitu sabun lunak (dengan pH 3,5), seperti sabun bayi. Setelah memakai sabun, hendaklah basuh dengan air sampai bersih karena sisa sabun yang tertinggal dapat menimbulkan penyakit. Setelah dibasuh, keringkan namun jangan digosok. Penggunaan sabun pun sebaiknya hanya di bagian luar saja. Bagi wanita yang sudah bersuami, setelah berhubungan bisa menggunakan pembersih vagina untuk mengembalikan keasaman vagina, karena sifat sperma laki-laki adalah basa.


2. Memperhatikan kebersihan pakaian dalam.
Dalam satu hari, minimal Anda harus mengganti pakaian dalam sebanyak dua kali. Pemilihan bahan celana dalam sebaiknya yang menyerap keringat, seperti katun. Jika menginginkan yang berbahan satin, boleh saja, tetapi gunakan sesekali saja karena tidak menyerap keringat dan mempermudah kuman, bakteri, jamur menempel di alat kelamin Anda.

Satu yang perlu diingat adalah jangan saling bertukar pakaian dalam dengan orang lain. Meskipun orang lain itu keluarga Anda sendiri, tetap saja, setiap orang mempunyai keadaan kelamin yang berbeda.

3. Rambut yang tumbuh di alat kelamin harus rajin dicukur.

Pada prinsipnya, tidak boleh membersihkan bulu daerah kemaluan dengan cara mencabut. Mencabut bulu kemaluan dapat menimbulkan lubang pada bekas cabutan tersebut dan menjadi jalan masuk bagi kuman, bakteri, dan jamur yang selanjutnya dapat mengakibatkan timbulnya iritasi dan penyakit kulit. Anda disarankan hanya merapikan saja dengan cara memendekkan. Misalnya dipendekkan ½ cm dengan menggunakan gunting atau dicukur, tapi menggunakan busa sabun terlebih dahulu dan menggunakan alat cukur khusus yang lembut yang sebelumnya sudah dicuci dengan sabun dan disiram air panas. Setelah digunakan, alat cukur dicuci kembali dan disimpan di tempat yang bersih dan kering, jangan di tempat yang lembab. Perlu diingat : jangan menggunakan alat cukur secara bergantian, walaupun dengan suami atau istri atau saudara kandung Anda sendiri!
Jika Anda tidak rajin dan rutin mencukurnya, maka rambut-rambut itu bisa menjadi sarang kutu dan jamur. Mencukurnya pun tidak boleh sampai habis karena rambut-rambut itu mempunyai fungsi untuk kesehatan alat kelamin, yaitu berguna untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik yang akan membantu melawan bakteri jahat dan menghalangi masuknya benda asing yang kecil ke dalam vagina. Rambut tersebut juga berfungsi sebagai bantalan ketika berhubungan seksual dan melindungi alat kelamin dari gesekan. Selain itu, untuk menjaga alat kelamin tetap hangat.

4. Jika ingin menggunakan toilet umum, sebelumnya siramlah dahulu (flushing) toilet yang akan dipakai. Hal ini penting karena banyak penderita penyakit kelamin, setelah ditelusuri ternyata mereka pernah menggunakan toilet yang sebelumnya digunakan oleh penderita penyakit kelamin.
Hindari menggunakan air yang berada di bak atau ember. Menurut penelitian, air yang tergenang di toilet umum mengandung 70% jamur candida albicans (penyebab keputihan dan rasa gatal pada vagina). Sedangkan air yang mengalir dari keran di toilet umum mengandung kurang lebih 10-20% jamur candida albicans. Oleh karena itu, gunakan tisu basah atau air yang langsung mengalir melalui keran.

5. Hindari memakai celana dalam dan celana jeans yang terlalu ketat di wilayah selangkangan karena hal ini menyebabkan kulit susah bernafas dan akhirnya menyebabkan daerah tersebut menjadi berkeringat, lembab, mudah terkena jamur, dan teriritasi. Selain itu, dapat membuat peredaran darah tidak lancar serta membuat penis dan testis kepanasan. Panas berlebihan oleh suhu, keringat, dan pakaian yang terlalu ketat, dapat menurunkan kualitas sperma.

6. Untuk para wanita yang sedang mengalami menstruasi / haid, jangan malas untuk mengganti pembalut.

Pada keadaan menstruasi, kuman-kuman mudah masuk. Gantilah pembalut apabila di permukaan pembalut telah ada gumpalan darah, karena merupakan tempat untuk perkembangan bakteri dan jamur.
Usahakan tetap mengganti pembalut setiap 4 jam sekali atau 2-3 kali sehari atau jika sudah tidak merasa nyaman. Dan cucilah vagina terlebih dahulu setiap kali akan mengganti pembalut.

7. Pemakaian pantyliner tidak dianjurkan setiap hari.
Pantyliner sebaiknya hanya digunakan pada saat keputihan. Lebih baik membawa celana dalam ganti daripada memakai pantyliner tiap hari.

8. Jangan menggunakan bedak untuk daerah vagina, termasuk pada bayi, terutama bayi perempuan.
Menurut penelitian, pemakaian bedak pada daerah tersebut berdampak buruk karena bedak dapat masuk ke dalam vagina yang dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit, seperti tumor (granuloma).

Jika tetap ingin menggunakan bedak, usapkan terlebih dahulu ke telapak tangan, baru ke daerah lipatan paha dan pantat bayi.
9. Jangan pernah menyemprotkan minyak wangi ke dalam vagina.

10. Ubah gaya hidup Anda dengan berhenti merokok, berolahraga,kurangi konsumsi lemak, mengidealkan berat badan, berhenti mengkonsumsi alcohol, serta setia pada pasangan

11. Pada bayi :

· Untuk bayi laki-laki, bila belum disunat, sebaiknya bersihkan penisnya dengan sabun. Gunakan kapas basah untuk membersihkan penis dan lipatannya. Jangan memaksa menarik kulit luar dan membersihkan bagian dalam penis atau menyemprotkan antiseptik karena sangat berbahaya. Keringkan area ini dengan benar. Bersihkan pula bagian bokong bayi dari arah kelamin / penis ke dubur / anus.

· Untuk bayi perempuan, jangan gunakan sabun secara berlebihan. Gunakan gulungan kapas halus yang dibasahi air hangat untuk membersihkan bagian dalam dan bawah kelamin. Basuh seluruh kelamin dengan air mulai dari bagian atas ke bawah. Saat membersihkan bokongnya, lakukan seperti pada bayi laki-laki.

Jagalah popok yang digunakan bayi agar tetap kering.

12. Lakukan Pemeriksaan Rutin

· Bila terjadi perubahan warna, gatal-gatal dan kadang disertai bau yang kurang sedap pada alat kelamin Anda, segera berkonsultasi ke dokter obstetri-ginekologi atau dokter kulit dan kelamin.
· Pemeriksaan testis (buah zakar) dapat dilakukan sendiri, yaitu dengan cara :

- Kenalilah bentuk, ukuran, dan berat masing-masing testis
- Dengan menggunakan kedua belah tangan, raba masing-masing testis

- Waspadai bila ada benjolan kecil di bawah kulit, di bagian depan atau sepanjang testis. Bila ada pembengkakan atau benjolan, segera periksakan diri ke dokter.
- Bila terdapat sesuatu yang tidak seperti biasanya dan tidak mengenakkan (tidak terasa nyaman), segera konsultasikan ke dokter.

Tidak sulit, bukan? Cukup dengan mengubah kebiasaan Anda sehari-hari seperti di atas, Anda sudah merawat alat kelamin Anda dan mencegah terjadinya penyakit kelamin. Mudah dan sederhana! Oleh karena itu, lakukan sekarang sebelum terlambat!


Sumber :
Djuanda, Adhi. 1994. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Ed. 2. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. kharisma.de
Widjanarko, Bambang. 2006. Ilmu Ginekologi Dasar. Jakarta : Bagian Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya.

Perawatan Untuk Kulit Tetap Muda

Usia senja berlangsung sejalan dengan mundurnya fungsi organ – organ tubuh termasuk kulit. Proses menua ini cepat dapat kita lihat pada organ kulit di mana mulai ada keriput – keriput, lipatan – lipatan, garis – garis ekspresi yang lebih jelas pada muka, penurunan kulit (longsor) terutama pada dagu. Kulit muka pun tampak menjadi lebih kering, tipis, kasar, elastisitas berkurang, adanya berak – bercak hiperpigmentasi, dan kadang – kadang terdapat bentukan – bentukan tumor.

Sebelum kita memulai pembicaran lebih lanjut tentang perawatan kulit pada usia senja, alangkah baiknya saya mengajak Anda untuk mengetahui faktor – faktor yang berpengaruh pada proses penuaan dini pada kulit.

1. Sinar matahari

sinar matahari merupakan faktor yang paling penting terjadinya proses penuaan kulit. Paparan sinar matahari yang lama dan terus menerus akan menyebabkan kerusakan kumulatif sehingga kulit akan tampak seperti pada seorang petani. Kerusakan – kerusakan pada serat – serat elastin dan kolagen yang dapat menimbulkan keriput – keriput, lipatan – lipatan, garis – garis ekspresi yang lebih jelas pada muka, bercak – bercak kecoklatan/kehitaman, dan bentukan – bentukan tumor yang dapat berlanjut menjadi keganasan. Pengaruh sinar matahari yang paling besar adalah antara jam 10.00 sampai jam 15.00. Adanya kabut dan bahan – bahan polusi (debu dan asap) dapat mempermudah penyerapan sinar – sinar yang berbahaya.

2. Merokok

merokok dapat menimbulkan kerutan – kerutan di atas bibir dan sekitar mata. Hal ini sering terlihat pada perokok – perokok muda berat. Adanya zat yang disebut bensopiren pada rokok, gerakan - gerakan pada mata untuk menghindari asap rokok masuk ke dalam mata, dan gerakan – gerakan mulut pada saat menghisap rokok adalah hal – hal yang dapat menyebabkan kerutan – kerutan tersebut.

3. Perubahan – perubahan hormon, terutama : hormon estrogen pada wanita
4. Stress
5. Minum alkohol, teh, dan kopi secara berlebihan
6. Penurunan berat badan yang terlalu cepat

7. Adanya perubahan temperatur yang mendadak tanpa proteksi yang cukup dari kulit terhadap paparan angin, panas, lembap, udara yang sangat dingin, dan polusi udara.
8. Gigi yang ompong, khususnya gigi taring dapat menyebabkan penurunan otot sekitar mulut dan menimbulkan keriput.
9. Pemakaian otot – otot muka yang sebenarnya kurang diperlukan, misalnya : suka bermuka asam / cemberut dan berkedip – kedip waktu bicara.
10. Pemakaian kosmetika – kosmetika pemutih kulit (bleaching preparations) yang mengandung merkuri atau bismuth yang dapat menyebabkan kulit menjadi sangat kering.

Setelah mengenal faktor – faktor penyebab maka sekarang marilah kita membahas tentang perawatan dan penatalaksanaan untuk memperlambat proses penuaan kulit :

1. Menghindari kulit terpapar sinar matahari secara berlebihan dan memakai payung, topi bertepi yang lebar, kaca mata hitam, dan memakai bahan – bahan tabir surya. Bahan bahan yang biasa digunkanan untuk tabir surya mengandung : asam para – amino benzoic (PABA), bensofenon, homo-mentil salisilat, mentil antranilat
2. Menjaga waktu istirahat yang normal, biasakan olahraga yang teratur.
3. Hindari merokok, minum-minuman keras dan makanan yang berbau tajam, misalnya alkohol, kopi, teh kental, cabe. Hindari makanan manis, makanan tinggi lemak dan gorengan.
4. Dianjurkan makan makanan yang mengandung protein, terutama : purin, lemak – lemak yang tidak jenuh, rendah karbohidrat, vitamin A 25.000 u, vitamin B kompleks, vitamin C 500 mg, dan vitamin E 800 u serta mineral yang cukup, misalnya : sayur-mayur, buah-buahan, ganggang laut, kacang, labu dan makanan laut yang mengandung zat besi, buah berkulit keras, sangat manjur terhadap kehalusan kulit dan sebagai antioksidan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh dan membuat kulit tidak mudah menjadi tua.
5. Minumlah air sedikitnya 2.000 cc setiap hari.
6. Kulit harus dijaga agar tetap bersih tanpa melakukan pembersihan secara berlebihan. Sebaiknya dihindarkan pemakaian sabun yang berlebihan dan memakai air yang terlalu panas. Sabun dan terutama detergen dapat menyebabkan kulit menjadi kering.
7. Memakai krem pelembab, baik pada siang hari sebelum memakai make up dan malam hari setelah make up dibersihkan. Jangan lupa untuk menggunakan krem mata pada daerah sekitar mata.
8. Pada kulit yang kering dapat diberikan pelembab dan minyak nabati dengan ekstrak atau yang mengadung wijen, zaitun, kacang, dan bunga matahari. Krem – krem hormon yang berisi estrogen, progesteron, dan pregnenolon belakangan ini telah dicoba dan dikatakan dapat memperbaiki kekeringan dan keriput pada kulit.
9. Untuk mengurangi keriput dan garis – garis halus pada muka: dengan melakukan pijatan (masage) pada tempat – tempat tersebut (di mana pada dahi dan leher, gerakan – gerakan tersebut arahnya ke atas), pemakaian vitamin A asam, suntikan silikon, suntikan toksin botulinum, suntikan kolagen, bedah kulit, dermabrasi, serta antioksidan yang digunakan secara topikal (krem/lotion wajah) terutama vitamin C dan E, berfungsi untuk membantu sel-sel memperbaiki kerusakan kulit akibat radikal bebas yang disebabkan radiasi UV dan rokok.
10. Bila terdapat hiperpigmentasi dapat diberikan hidrokinon 2 – 5 % atau larutan asam salisilat 10 – 20 %.
11. Bentukan – bentukan tumor dapat dihilangkan dengan macam – macam metode pembedahan.

Proses menua ini adalah alamiah yang tidak dapat kita cegah, tetapi dengan memberi perhatian yang lebih baik pada kulit, proses penuaan dapat dihambat.

Kepustakaan :

1. Prof. Dr. Moch. Ibeni Ilias
  Kumpulan Makalah Simposium „Kulit dan Perawatannya Pada Usia Senja“
  FK UNAIR, Surabaya, 1 April 1989

2. www.medicastore.com

Senin, 20 April 2009

Diare akibat susu


Diare akibat susu;
Gula atau karbohidrat
Dalam bahasa sehari-hari, kita mengenal istilah gula pasir, gula jawa, gula bit dan sebagainya. Dalam dunia kedokteran, yang dimaksud gula adalah karbohidrat. Dan istilah gula susu yang sering kita dengar berarti sejenis karbohidrat yang terdapat dalam susu.

Karbohidrat itu sendiri merupakan salah satu unsur gizi yang dibutuhkan tubuh dari makanannya di samping protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

Zat ini merupakan bahan bakar tubuh, karena dari zat ini kita mendapatkan energi atau tenaga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Lebih dari 50 persen kalori yang didapat tubuh biasanya disediakan leh karbohidrat.

Ada berbagai macam karbohidrat, begitu juga dengan sumbernya. Seperti gula pasir yang sering kita gunakan termasuk dalam golongan karbohidrat yang disebut sukrosa. Sedang gula susu dikenal juga dengan laktosa.

Susu sebagai sumber laktosa
Air Susu Ibu (ASI) mengandung laktosa sebagai karbohidratnya. Demikian juga dengan susu sapi, susu kambing, dan susu dari hewan mamalia lainnya kecuali anjing laut. Susu formula atau susu botol dengan sendirinya juga mengandung laktosa.
Dari penelitian tersingkap bahwa kelenjar pankreas (yang menghasilkan enzim-enzim pencernaan) pada bayi baru lahir belum bekerja dengan sempurna. Akibatnya bayi baru lahir tidak dapat mencerna karbohidrat dari sumber lain seperti nasi. Di dalam jonjot-jonjot usus, terdapat enzim yang berfungsi memecah laktosa. Laktosa yang diminum bayi akan dipecah menjadi jenis gula yang lebih kecil molekulnya, yaitu glukosa dan galaktosa. Kedua gula inilah yang diserap usus masuk ke pembuluh darah dan kemudian diedarkan ke seluruh tubuh untuk digunakan sebagai bahan bakar.

Berkurangnya enzim laktase
Enzim laktase dalam usus bayi sudah terbentuk sejak janin. Kadar maksimal akan tercapai pada usia janin 6-7 bulan sampai bayi lahir. Bayi-bayi prematur atau bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, biasanya memiliki enzim laktase lebih kecil. Untuk kasus-kasus bayi dengan laktase kurang, mereka harus diberi makanan susu khusus.
Berkurangnya kadar enzim laktase di dalam jonjot-jonjot usus akan mengganggu kesehatan bayi. Pada penyakit diare misalnya, karena serangan kuman terjadilah kerusakan jonjot-jonjot. Kerusakan ini akan mengakibatkan jonjot-jonjot usus berkurang. Dan dengan sendirinya kadar enzim laktasepun akan berkurang.

Kemampuan seseorang untuk menangkal gangguan kesehatan akibat susu juga dipengaruhi oleh enzim laktase ini. Orang-orang kulit putih termasuk golongan yang tahan terhadap susu. Lain halnya dengan orang kulit berwarna seperti Asia, umumnya mereka tergolong yang tidak tahan susu. Pada orang kulit berwarna, kadar enzim laktase mereka umumnya menurun setelah berusia 3 tahun. Rendahnya enzim laktase ini pun tetap bertahan sampai dewasa. Lain halnya dengan orang kulit putih, mereka tetap dapat mempertahankan kada enzim laktase yang tinggi sampai mereka dewasa.

Berdasarkan teori, ketidakmampuan orang kulit berwarna memiliki enzim laktase rendah karena mereka tidak mendapatkan susu tambahan setelah mereka disapih. Akibatnya, tubuh mereka tidak dirangsang untuk cukup memproduksi enzim laktase. Dan karena terjadi setelah bertahun-tahun, dari generasi ke generasi, maka terjadilah perubahan genetik. Hasilnya, saat ini orang kulit berwarna akan sakit perut dan mencret kalau minum susu. Memang tidak semua orang, sebagian kecil orang kulit berwarna dapat tetap memiliki kadar enzim laktase tinggi. Walaupun kada enzim laktase di dalam tubuh rendah, sebagian besar dari kita masih dapat mengkonsumsi susu dengan toleransi baik. Asal, susu yang kita minum tidak terlalu banyak, misalnya hanya sekitar 200 sampai 400 cc sehari.

Penyakit kurang gizi (malnutrisi) juga dapat membuat anak tidak tahan susu. Sebab, dalam keadaan gizi buruk, jumlah jonjot usus berkurang. Akibatnya kadar enzim laktase pun berkurang.

Bahaya tidak tahan susu
Tidak tahan susu atau lebih sering intoleransi laktose diartikan sebagai gejala gangguan kesehatan berupa perut kembung, mencret, dan sakit perut kalau minum susu yang mengandung laktosa. Keadaan ini bisa saja menyerang semuaorang baik tua maupun muda seperti Ibu Vina dan bayinya. Kalau seorang bayi terserang diare, untuk sementara waktu ia tidak dapat menerima laktosa. Bila ia masih terus diberikan susu yang mengandung tinggi laktosa, maka mencretnya akan berlangsung terus. Padahal, laktosa yang tidak dapat dicerna usus tersebut merupakan makanan empuk bagi bakteri yang ada di dalam usus. Akibatnya, bakteri itupun akan berkembang baik.

Pada saat memanfaatkan laktosa tersebut, bakteri tidak menghabiskan seluruhnya. Tetapi terdapat sisa-sisa berupa asam-asam organik yang bersifat dapat menambah kerusakan jonjot-jonjot usus. Penambahan bakteri yang berlipat ganda ini pun akan membahayakan usus yang telah rusah tadi. Akibatnya diare pun akan berkepanjangan dan akan terjadi gangguan pencernaan dan penyerapan makanan. Pada akhirnya gangguan ini akan mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Tidak semua bayi yang menderita diare akan tidak tahan susu atau laktosa. Biasanya dokter akan menentukan apakah perlu diganti susu yang didapat bayi. Kalaupun perlu, penggantian tersebut hanya bersifat sementara.

Diare dan susu khusus
Laktosa memang tidak sembarangan ada di dalam ASI atau susu formula kalau tidak ada keunggulannya. Keunggulan utama adalah dalam penyerapan mineral kalsium yang sangat dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan tulangnya. Sebagian ahli juga berpendapat bahwa laktosa juga berguna dalam mematangkan susunan saraf pusat (otak) bayi, karena ia dibutuhkan dalam pembentukan sarung serabut saraf.

Walaupun laktosa sangat dibutuhkan oleh tubuh karena ketidakmampuan tubuh menerimanya terpaksa susu harus diganti dengan susu khusus. Tetapi susu ini juga bisa digunakan oleh penderita diare pada saat serangan saja, untuk kemudian kembali pada susu biasa. Hal ini mengingatkan laktosasangat dibutuhkan bayi. Komposisi susu khusus ini disesuaikan dengan keadaan penderita diare. Disesuaikan dengan berkurangnya laktase dalam tubuh penderita, maka jumlah laktosa tersebut dikurangi dan diganti dengan jenis karbohidrat lain atau jenis glukosa polimer. Bisa juga laktosa tersebut dihilangkan dan diganti dengan jenis glukosa lain.

Tiga golongan susu khusus untuk diare adalah:
  1. Formula susu sapi rendah laktosa
    Pada jenis susu ini kadar laktosa susu normal yaitu 7 gram/100 milimeter diturunkan menjadi kira-kira 1 gram/100 milimeter. Contoh susu : LLM dan Almiron
  2. Formula susu sapi bebas laktosa
    Laktosa yang ada pada susu dihilangkan dan diganti dengan gula lain. Contoh susu : Bebelac FL dan Pregetismil
  3. Formula susu kedele
    Formula ini terbuat dari kedele sehingga tidak mengandung susu sapi. Otomatis susu ini tidak mengandung laktosa.
    Contoh: Nursoy, nutrisoya, dan Prosobee


oleh Agus Firmansyah at website Ikatan Dokter Anak Indonesia

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, berbagilah informasi ini dengan teman dan saudara Anda melalui Share Link Media Sosial di bawah ini.

Bagaimana menanggulangi kebiasaan menghisap jempol?

Hampir 80% bayi mempunyai kebiasaan menghisap jempol atau jari lainnya. Biasanya keadaan ini terjadi sampai bayi berusia sekitar 18 bulan. Tetapi kadang-kadang masih dijumpai pada anak usia prasekolah bahkan sampai berusia 6 tahun ke atas. Sebagian besar anak yang mempunyai kebiasaan menghisap jempol mempunyai obyek atau barang yang sering dipegang seperti selimut, mainan, serpihan baju atau rambut mereka sendiri.
Ada pendapat yang menyatakan bahwa menghisap jempol karena kebiasaan dari kecil. Pendapat lain mengatakan bahwa menghisap jempol adalah ekspresi seksual pada masa bayi yang menggambarkan gangguan emosional pada umur bayi. Sebagian besar menganggap menghisap jempol berarti memuaskan diri sendiri yang dapat menghilangkan stres dan menenangkannya.

Beberapa masalah dapat ditimbulkan akibat kebiasaan menghisap jempol seperti:

1. Masalah gigi, bila kebiasaan ini bertahan sampai umur 4 tahun maka akan menyebabkan maloklusi gigi susu dan permanen, juga dapat menyebabkan masalah pada tulang-tulang di sekitar mulut. Risiko tinggi ditemukan pada anak yang menghisap jempol pada waktu siang dan malam.
2. Jari abnormal, dengan penghisapan yang terus menerus terjadi hiperekstensi jari, terbentuk kalus, iritasi, eksema, dan paronikia (jamur kuku).
3. Efek psikologis pada anak akan menimbulkan menurunnya kepercayaan diri anak karena anak sering diejek oleh saudara atau orangtuanya.
4. Keracunan tidak disengaja, anak yang menghisap jempol terpapar tinggi terhadap keracunan yang tidak disengaja misalnya keracunan Pb.
5. Risiko infeksi saluran cerna meningkat.

Kapan perlu diintervensi?

Sebelum umur 4 tahun menghisap jempol adalah normal dan tidak berhubungan dengan gangguan fungsi sosial dan pekembangan anak. Perilaku ini harus tidak dianggap penting dan tidak memerlukan perlakuan khusus. Secara umum tidak ada yang perlu dilakukan sampai anak berumur 4 tahun karena sebagian besar akan menghilang setelah usia 4 tahun dan belum ada komplikasi yang timbul sebelum umur ini.
Intervensi yang dapat dilakukan orang tua yaitu:

1. Mengetahui penyebab.
Sebelum pengobatan dimulai kebiasaan anak sehari-hari harus diketahui termasuk cara anak beradaptasi terhadap lingkungan sekitar. Bila faktor pencetus emosional dan psikologis ditemukan maka terapi anak dimulai.

2. Menguatkan anak.

Terapi harus dimulai dengan keikutsertaan anak, kerjasama, dan yang paling penting ketertarikan untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Orangtua diingatkan untuk tidak memberikan hukuman pada anak karena anak akan makin menolak untuk menghentikan kebiasaan ini.

Bila kebiasaan ini menetap setelah anak berumur 4 tahun maka mulai dilakukan intervensi dengan modifikasi perilaku dan beberapa cara pendekatan positif yaitu:

* Mengingatkan anak
Catatan atau kalender yang menyatakan keberhasilan anak tidak menghisap jempol
* Hadiah
Stiker, buku cerita, perilaku khusus, atau waktu berlibur dengan orang tua bila anak bebas menghisap satu hari
* Menghargai
Menghargai anak-anak bila tidak menghisap jempol
* Memberikan zat yang pahit
Diberikan pada jempol pada waktu pagi, malam dan waktu anak mulai menghisapjempol.

Rini Sekartini at website Ikatan Dokter Anak Indonesia

Pengganti ASI, kapan diberikan?

ASI tidak perlu diragukan lagi merupakan makanan bayi yang paling baik. Akan tetapi adakalanya oleh suatu sebab ibu harus menambah atau mengganti ASI dengan makanan lain.

Seperti sudah diterangkan sebelumnya, besarnya payudara tidak menjamin banyaknya ASI yang akan diproduksi jika bayinya sudah lahir. Banyaknya produksi ASI tergantung dari aktivitas kelenjar susunya.

Beberapa hal bisa membuat ibu tidak memungkinkan untuk memberi ASI pada bayinya walaupun produksinya cukup, seperti keadaan berikut :

- Memiliki penyakit tertentu sehingga dilarang oleh dokter untuk menyusui, baik unutk kepentingan ibu ( seperti penyakit gagal jantung ), maupun bayinya ( seperti penyakit menular yang sedang diderita ibu ).

- Bayi dilahirkan dengan memilki kelainan bawaan , sehingga tidak mungkin diberikan ASI, seperti intoleransi laktosa alias alergi laktosa ( salah satu jenis karbohidrat, juga terdapat di ASI )

- Ibu sedang dirawat di rumah sakit dan dipisahkan dari bayinya.

- Ibu bekerja yang jauh dari rumah.

Dalam hal demikian, pemberian ASI biasanya tidak mencukupi dan perlu diberi tambahan pengganti ASI atau diganti seluruhnya jika payudara tidak memproduksi sama sekali atau indikasi lain seperti di atas.

Tapi para ibu juga perlu diperingatkan , untuk jangan buru – buru menganggap dirinya tidak dapat memproduksi cukup ASI, terutama pada minggu pertama setelah bayi dilahirkan. Jika pada hari – hari pertama berat badan bayi menurun dan ASI hanya keluar sedikit, JANGAN KHAWATIR, hal ini merupakan hal yang normal dan wajar. Jangan buru – buru memberi formula pengganti ASI, melainkan tetap menyusui bayinya untuk merangsang kelenjar susu memproduksi ASI.

Dan sebagai panduan memilih merek susu pengganti coba dengarkan pendapat berikut :

Banyak produsen susu yang membikin formula – formula khusus sesuai umur anak yang sebenarnya tidak mempunyai dasar ilmiah dan dapat dikatakan semata – mata alasan bisnis. Perbedaan isi formula awal an dan formula lanjutan hanya sedikit, dan pada saat yang sama bayi sudah diberi makanan setengah padat. Tambahan bermacam – macam zat gizi dalam susu formula tidak terlalu bermanfaat. Misalnya, AA dan DHA hanya bermanfaat untuk bayi prematur. Untuk bayi lahir cukup bulan manfaatnya tidak jelas. Dan bagi anak usia 3-6 tahun nonsens ( tidak ada gunanya.red ). Prof.dr.Sudigdo Sastroasmoro SpA(K) dalam farmacia april 2008

( sumber : ilmu gizi klinis pada anak, Prof. DR.Dr. Solohin Pudjiadi, DSAK. FKUI. )

Kamis, 02 April 2009

Awas, Lipgloss Picu Kanker Kulit


Awas, Lipgloss Picu Kanker Kulit;
Lipbalm atau lipgloss memang membuat bibir perempuan kelihatan lebih lembab dan seksi. Namun waspadalah, pemulas bibir itu bisa memicu kanker kulit.

Ahli penyakit kulit alias dermatologis asal Baylor University Medical Center di Dallas, AS, memberi peringatan bahayanya menggunakan lipbalm atau lipgloss. Demikian diberitakan HealthDay, Senin (28/4/2008).

Menurut Dr Christine Brown, lipbalm atau lipglos yang berkilau tidak memberi perlindungan. Justru, lanjut Brown, menarik sinar matahari masuk ke bibir.

"Kebanyakan yang tidak disadari orang, mereka sebenarnya tengah menambah penetrasi cahaya ke dalam bibir dengan menggunakan sesuatu yang bening dan berkilau," jelasnya.

Brown menambahkan, perempuan seharusnya hanya mengenakan lipstik yang berkilau saat mereka telah terlindungi dari matahari.

Gunakan tabir surya untuk bibir yang mengandung SPF 30, jika hendak berada di luar ruangan selama lebih dari 20 menit. Sebelum menggunakan lipstik atau lipgloss, gunakan dulu tabir surya itu. Setelah itu jangan lupa tambahkan lagi sepanjang hari.

Jangan lupa juga untuk memeriksakan bibir Anda. Jika menemukan perubahan warna di sekitar bibir, misalnya memutih.

"Atau jika terjadi pengelupasan di bibir anda," imbuh Brown.

Sumber: detikcom

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, berbagilah informasi ini dengan teman dan saudara Anda melalui Share Link Media Sosial di bawah ini.

Tofu Kaya Fitoestrogen

Sampai saat ini, terapi sulih hormon masih merupakan terapi terbaik dalam mengatasi gejala menopause. Namun, untuk wanita Indonesia sering kali terkendala biaya obat hormon yang masih mahal. Sebagai alternatif pengganti adalah fitoestrogen, yakni suatu senyawa mirip estradiol yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sehingga mampu meningkatkan estrogen. Fitoestrogen sendiri mengandung isoflavon, lignan, dan caumestan.

Saat ini senyawa fitoestrogen telah tersedia dalam bentuk suplemen. Namun, kandungan fitoestrogen yang tinggi secara alami bisa ditemukan dalam kacang kedelai, kulit bengkuang yang warnanya kecokelatan, red clover, kemangi (green clover), dan black cohos.

Pilihan bahan kaya fitoestrogen lainnya adalah susu kedelai dan tahu sutra (tofu). Susu kedelai saat ini dengan mudah bisa didapat, baik dalam bentuk segar maupun dijual dalam kotak kemasan di supermarket. Konsumsi lima gelas susu kedelai per hari konon hampir setara dengan satu tablet suplemen fitoestrogen.

Sementara itu, tofu yang merupakan sejenis tahu lembut yang berbahan dasar susu kedelai segar. Tofu yang juga populer dengan sebutan tahu jepang atau keju kedelai (soy cheese) ini mengandung protein tinggi dan merupakan sumber kalsium, besi, dan fitoestrogen yang bagus.

Protein dalam tofu dilengkapi dengan semua komponen asam amino sehingga bisa disandingkan dengan protein yang berasal dari hewan. Lemak dalam tofu juga termasuk kategori lemak yang tidak tersaturasi, yaitu polyunsaturated fat sebanyak 54 persen dari total lemak dan monounsaturated fat sebesar 23 persen. Kelebihan lainnya adalah kandungan lemak omega-3 serta bebas kolesterol dan laktosa.

Dari kandungan nutrisi yang sangat kaya tersebut, bisa disebutkan beberapa manfaat tofu. Antara lain mengurangi gejala menopause seperti hot flushes, membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, membantu mengurangi risiko osteoporosis. Bahkan, membantu tubuh dalam melawan serangan kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker kulit.

Sumber: Okezone

Awas, Pria Pun Bisa Terkena Anoreksia!

Gangguan pola makan akut demi bentuk tubuh atau biasa disebut dengan anoreksia biasanya dialami oleh kaum perempuan. Namun sekarang, gangguan tersebut juga bisa dialami kaum pria.

Fakta tersebut diungkap oleh Profesor Hubert Lacey, kepala unit gangguan pola makan di Rumah Sakit St. George, London. Menurutnya seperti dikutip detikhot dari The Independent, Selasa (23/9/2008), perubahan pola makan yang ekstrim pada kaum pria disebabkan oleh tekana sosial.

Kini tak hanya perempuan yang dituntut untuk selalu berpenampilan cantik, kaum pria pun harus selalu telihat tampil menarik. Termasuk dalam masalah berat badan, kini tak hanya perempuan yang ingin tampil dengan berat badan yang ideal. Kaum pria pun kini berlomba-lomba untuk membentuk tubuhnya supaya terlihat proporsional.

Dalam lima tahun terakhir ini, jumlah penderita anoreksia pria meningkat sekitar 67 persen. Namun sayang jumlah yang berhasil ditangani tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah penderitanya.

Hal tersebut dikarenakan fasilitas selama ini yang tersedia adalah untuk perempuan, sehingga seringkali pasien pria tidak tertangani dengan baik.

Jadi bagi Anda para pria yang mulai kehilangan selera makan karena takut gemuk, hati-hati. Jangan-jangan Anda juga menderita anoreksia!

Sumber: detikcom

Keyboard Komputer Jadi Sarang Penyakit

Toilet duduk disebut-sebut sebagai sarang kuman yang berbahaya. Sebuah penelitian menemukan bakteri di keyboard komputer lebih berbahaya dibanding yang ada di toilet duduk.

Sebuah penelitian di perkantoran London, kuman ditemukan di beberapa peralatan kantor. Kuman ini dapat menyebabkan keracunan makanan seperti dilansir Ananova, Sabtu (3/5/2008).

Dari 33 keyboard, ternyata 4 dianggap berpotensi mengganggu kesehatan. Dan dari 1 keyboard 5 kali berbahaya karena lebih banyak menempel kuman dibandingkan toilet duduk.

Seorang mikrobiologis menjelaskan keyboard yang sangat kotor lebih baik dibuang atau dibersihkan.

Konsultan mikrobiologi dari University College London Hospital, Dr Wilson, mengatakan tukar-tukaran menggunakan keyboard dapat menyebarkan penyakit di antara pegawai kantor.

"Jika kamu melihat perkembangannya, percaya atau tidak, kuman ini hubungannya dengan hidung dan usus anda. Apakah teman anda menderita flu di kantor atau terkena gastroenteritis, kamu mudah tertular akibat kuman di keyboard," imbuh dia.

Sumber: detikcom