Kamis, 02 Juli 2009

TIPS UNTUK MENGATASI ASMA



Tips Untuk Mengatasi Asma ;
DEFINISI
Asma adalah penyakit inflamasi (radang) kronik saluran napas menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan nafas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi (nafas berbunyi ngik-ngik), sesak nafas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama malam menjelang dini hari. Gejala tersebut terjadi berhubungan dengan obstruksi jalan nafas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversible dengan atau tanpa pengobatan.

Asma adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja dan dapat timbul segala usia. Meskipun demikian, umumnya asma lebih sering terjadi pada anak – anak usia di bawah lima tahun dan orang dewasa pada usia sekitar tigapuluh tahunan.

FAKTOR PENCETUS SERANGAN ASMA
  1. Faktor dari pasien
    Meliputi: aspek genetik, kemungkinan alergi, saluran napas yang memang mudah terangsang, jenis kelamin, dan ras/etnik.

  2. Faktor dari lingkungan
    Meliputi: bahan-bahan di dalam ruangan (tungau debu rumah, binatan), bahan-bahan di luar ruangan (jamur, tepung sari bunga), makanan-makanan tertentu (bahan pengawet, penyedap, pewarna makanan), obat-obatan tertentu, iritan (parfum, bau-bauan merangsang, household spray), ekspresi emosi yang berlebihan, asap rokok dari perokok aktif dan pasif, polusi udara dari luar dan dalam ruangan, infeksi saluran napas, exercise induced asthma (mereka yang kambuh asmanya ketika melakukan aktivitas fisik tertentu), dan perubahan cuaca.

BERAT DAN RINGANNYA ASMA
Derajat asma dapat dibagi berdasarkan frekuensi dan berat ringan gejala yang terjadi.
Inilah klasifikasi asma berdasarkan frekuensi munculnya:
  1. Intermitten, yaitu sering tanpa gejala atau munculnya kurang dari 1 kali dalam seminggu dan gejala asma malam kurang dari 2 kali dalam sebulan. Jika seperti itu yang terjadi, berarti faal (fungsi) paru masih baik.
  2. Persisten ringan, yaitu gejala asma lebih dari 1 kali dalam seminggu dan serangannya sampai mengganggu aktivitas, termasuk tidur. Gejala asma malam lebih dari 2 kali dalam sebulan. Semua ini membuat faal paru relatif menurun.
  3. Persisten sedang, yaitu gejala asma terjadi setiap hari dan serangan sudah mengganggu aktivitas, serta terjadinya 1-2 kali seminggu. Gejala asma malam lebih dari 1 kali dalam seminggu. Faal paru menurun
  4. Persisten berat, gejala asma terjadi terus-menerus dan serangan sering terjadi. Gejala asma malam terjadi hampir setiap malam. Akibatnya faal paru sangat menurun.

GEJALA ASMA
  1. Serangan asma akut ringan, dengan gejala:
    • Rasa berat di dada,
    • Batuk kering ataupun berdahak,
    • Gangguan tidur malam karena batuk atau sesak napas,
    • Mengi tidak ada atau mengi ringan,
    • APE (Arus Puncak Aspirasi) kurang dari 80 %.
  2. Serangan Asma akut sedang, dengan gejala:
    • Sesak dengan mengi agak nyaring,
    • Batuk kering/berdahak,
    • Aktivitas terganggu,
    • APE antara 50-80%.
  3. Serangan Asma akut berat, dengan gejala:
    • Sesak sekali,
    • Sukar berbicara dan kalimat terputus-putus,
    • Tidak bisa berbaring, posisi mesti 1/2 duduk agar dapat bernapas,
    • APE kurang dari 50 %.

Serangan Asma dikatakan mengancam jiwa jika kesadaran penderita sudah menurun. Napasnya juga pendek-pendek, dan bibir serta kuku penderita tampak kebiruan.

Otot bronkus pada keadaan normal dan asma. Terjadinya inflamasi (pembengkakan dan penyempitan, serta peradangan otot bronkus pada penderita asma.

Pada kedua keadaan tersebut, yang pertama kali dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak nafas, batuk atau rasa sesak di dada. Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari. Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher. Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olah raga juga bisa merupakan satu-satunya gejala. Selama serangan asma, sesak nafas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasa cemas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.

Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat. Meskipun telah mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna. Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimana penderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan. Kadang beberapa alveoli (kantong udara di paru-paru) bisa pecah dan menyebabkan udara terkumpul di dalam rongga pleura atau menyebabkan udara terkumpul di sekitar organ dada. Hal ini akan memperburuk sesak yang dirasakan oleh penderita.

PENANGANAN ASMA
Penanganannya ada dua macam, yang sama-sama penting, tergantung berat ringannya serangan yang timbul.
  1. Non Farmakologik (pengobatan tidak dengan obat-obatan)
    • Pendidikan pada penderita mengenai penyaktinya sehingga dia dapat menyikapi penyakitnya dengan baik;
    • Menghindari penyebab/pencetus serangan (allergen), dan kontrol lingkungan hidupnya;
    • Latihan relaksasi, kontrol terhadap emosi dan lakukan senam atau olah raga yang bermanfaat memperkuat otot pernapasan, misalnya berenang;
    • Fisioterapi, sehingga lendir mudah keluar.
    • latih pernafasan, belajar untuk menghembuskan nafas secara tepat. Cara ini akan mengurangi CO2 di paru-paru. Ini akan membuat rileks saluran pernafasan sehingga mengurangi produksi ingus dan lendir.
  2. Farmakologik (menggunakan obat-obatan)
    • Pelonggar nafas, misalnya salbutamol, aminofilin
    • Pemelihara, misalnya prednisone, dexametason dll.
    • Pengencer lendir, misalnya bromhexin, ambroxol dll.

Adapun cara pencegahan tradisional yang dapat dilakukan antara lain:
  • Perbanyak konsumsi vitamin C, Vitamin C banyak mengandung antioksidan dan antiperadangan yang dapat membantu mengurangi kerasnya serangan. Vitamin C juga penting untuk kesehatan kelenjar adrenalin.
  • Konsumsi bawang. Makin banyak bawang dapat membantu penderita asma.
  • Gunakan minyak mustard

Minyak ini tidak hanya mengandung antibiotik yang ringan, tetapi juga membantu mengurangi kekentalan ingus yang menyumbat paru-paru yang dapat menimbulkan kesulitan bernafas.
Dikutip dari berbagai sumber : Majalah kesehatan, buku kesehatan, dan situs-situs kesehatan yang terpercaya.
Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, berbagilah informasi ini dengan teman dan saudara Anda melalui Share Link Media Sosial di bawah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar